Logo Permata Halsel Permata Halsel Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Halmahera Selatan
Kuliner Desa Guruapin

Kuliner Desa Guruapin

Guruapin, Kec. Kayoa

Wisata kuliner Desa Guruapin di Kecamatan Kayoa, Halmahera Selatan, menawarkan pengalaman menikmati pangan pesisir khas Bacan–Kayoa yang bertumpu pada ikan laut, sagu, kasbi (singkong), kelapa, cabai, jeruk lokal, dan rempah. Desa ini memiliki pasar lokal dan cocok dikembangkan sebagai titik singgah untuk mencicipi makanan rumahan serta hasil laut segar. Cita rasa kuliner wilayah Bacan dan Kayoa terbentuk oleh perpaduan hasil laut dan kebun seperti ikan segar/asap, sagu, kasbi, kelapa, cabai, dan rempah lokal. Pasar Guruapin Kayoa merupakan salah satu titik sentra niaga di Halmahera Selatan, sehingga berpotensi menjadi lokasi untuk mencari bahan pangan lokal, jajanan, ikan segar, dan masakan siap santap dari warga. Desa Guruapin sejak 2024 menjalankan pengelolaan sampah berbasis lingkungan, hal ini relevan bagi pengembangan wisata kuliner yang bersih dan bertanggung jawab. Sajian yang layak dicari bagi pengunjung yaitu Ikan kuah kuning Ikan laut dimasak dengan kunyit, rempah, dan jeruk lokal serta rasanya segar, gurih, dan sedikit asam. Kemudian kasbi dengan ikan asap Singkong rebus/panggang sebagai pangan pokok, disajikan dengan ikan asap atau sambal. Selanjutnya Papeda yaitu olahan sagu bertekstur kenyal-lunak, lazim disantap bersama ikan kuah kuning. Berikutnya Baku ngelo yaitu makanan berbahan pati sagu atau singkong, telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda asal Halmahera Selatan pada 2023. Kemudian ada Bagea Kue/camilan berbahan sagu yang cocok dijadikan oleh-oleh. Setelah itu Dabu-dabu/colo-colo yaitu sambal khas dengan banyak variasi, memakai cabai, bawang, jeruk lokal, dan bahan pelengkap lain. Dokumentasi kuliner Bacan mencatat 16 varian dabu-dabu. Selanjutnya Air guraka yaitu minuman tradisional dari rebusan jahe, kadang dipadukan dengan gula aren dan kayu manis. Berkunjung ke Pasar Guruapin pada pagi hari untuk melihat ikan tangkapan, hasil kebun, bumbu, dan jajanan lokal menjadi aktivitas yang seru. Serta memesan makan siang berbahan ikan segar kepada warung atau keluarga lokal, misalnya ikan kuah kuning dengan kasbi/sagu dan sambal colo-colo. Menggabungkan kunjungan kuliner dengan Pantai Watambi agar pengalaman mencicipi makanan laut berlangsung dalam suasana pesisir. Serta membeli bahan atau kudapan berbahan sagu/kasbi sebagai oleh-oleh, dengan tetap menanyakan masa simpan dan cara pengemasannya.