Profil Kabupaten Halmahera Selatan
Mengenal lebih dekat surga di timur Indonesia
Sekilas Halmahera Selatan
Kabupaten Halmahera Selatan adalah salah satu kabupaten di Provinsi Maluku Utara dengan ibu kota Labuha yang terletak di Pulau Bacan. Wilayahnya terdiri atas ratusan pulau besar dan kecil dengan luas wilayah didominasi lautan, menjadikannya kabupaten kepulauan dengan kekayaan bahari luar biasa.
Halmahera Selatan dikenal dengan julukan "Surga di Timur Indonesia" berkat gugusan pulau eksotis seperti Kepulauan Widi, batu mulia Bacan yang mendunia, peninggalan Kesultanan Bacan, serta keanekaragaman hayati laut yang menjadi bagian dari segitiga terumbu karang dunia (Coral Triangle).
Geografis & Demografi
Secara geografis Kabupaten Halmahera Selatan terletak di antara 126Β°45' β 129Β°30' Bujur Timur dan 0Β°30' Lintang Utara β 2Β°00' Lintang Selatan. Wilayah ini berbatasan dengan Kota Tidore Kepulauan di utara, Laut Seram di selatan, Laut Maluku di barat, dan Laut Halmahera di timur.
Kabupaten ini terdiri dari 30 kecamatan dengan lebih dari 400 pulau, di mana Pulau Bacan, Pulau Obi, dan Pulau Kayoa merupakan pulau-pulau utama. Mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani, dengan komoditas unggulan berupa hasil laut, kelapa, pala, dan cengkih.
Visi & Misi Pariwisata
Visi: Terwujudnya Halmahera Selatan sebagai destinasi wisata bahari dan budaya unggulan di kawasan timur Indonesia yang berdaya saing, berkelanjutan, dan menyejahterakan masyarakat.
Misi:
1. Mengembangkan destinasi wisata unggulan berbasis potensi bahari, alam, budaya, dan sejarah.
2. Meningkatkan promosi pariwisata melalui digitalisasi informasi.
3. Memberdayakan masyarakat lokal dan pelaku ekonomi kreatif di sektor pariwisata.
4. Melestarikan nilai budaya Kesultanan Bacan dan kearifan lokal.
5. Meningkatkan kualitas sarana, prasarana, dan sumber daya manusia pariwisata.
Potensi Pariwisata
Potensi pariwisata Halmahera Selatan sangat beragam: wisata bahari (Kepulauan Widi, Pulau Nusa Ra, gugusan Guraici di Kayoa), wisata sejarah dan religi (Benteng Barnaveld, Masjid Sultan Bacan, Kedaton Kesultanan Bacan), wisata alam pegunungan (Gunung Sibela, air terjun dan danau), hingga wisata kuliner khas pesisir.
Event tahunan seperti Festival Kayoa dan lomba mancing internasional di Kepulauan Widi menjadi magnet wisatawan mancanegara. Batu Bacan β batu mulia khas daerah ini β juga menjadi daya tarik wisata belanja tersendiri.