Logo Permata Halsel Permata Halsel Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Halmahera Selatan
Benteng Belanda

Benteng Belanda

Sangapati, Kec. Makian Timur

Benteng Belanda di Desa Sangapati dalam catatan sejarah setempat dikenal sebagai Benteng Poewati adalah situs peninggalan kolonial di Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan. Benteng ini dibangun pada masa VOC dan memiliki nilai penting sebagai jejak sejarah perdagangan rempah, kekuasaan kolonial, serta hubungan VOC dengan penguasa lokal Makian dan Ternate. Benteng Poewati berada di Desa Sangapati, Pulau Makian, Halmahera Selatan. Lokasinya disebut berada di sebuah bukit atau tebing pantai dekat perkampungan. Pusat Dokumentasi Arsitektur menyebut benteng ini dibangun oleh Johan Ottens pada periode 24 Oktober–5 Desember 1634. Keberadaannya berkaitan dengan strategi VOC untuk menguasai jalur laut dan perdagangan rempah di Maluku Utara, wilayah yang pada masa itu sangat penting dalam jaringan perdagangan dunia. Jejak arsitektur kolonial saat ini masih terlihat terutama berupa sisa pondasi batu pada tebing pantai, yang diduga berfungsi sebagai struktur penahan tanah atau bagian dasar bangunan benteng. Posisi di bukit/tebing pantai memberi nilai lanskap berupa pemandangan laut dan garis pantai, sekaligus memperlihatkan alasan strategis pemilihan lokasi benteng. Situs ini dapat menjadi titik pembelajaran tentang sejarah VOC, perdagangan cengkih, Kesultanan Ternate, Sangaji Makian, serta perubahan sosial masyarakat Pulau Makian. Jangan memindahkan batu, menggali, mencoret, atau mengambil bagian pondasi sebagai suvenir. Gunakan alas kaki yang tidak licin karena lokasi tebing/bukit berpotensi berbatu dan licin saat hujan. Bawa air minum dan kantong sampah, jangan meninggalkan sampah di kawasan situs. Serta hormati keterangan dan aturan adat warga, terutama karena situs dianggap memiliki nilai sejarah atau sakral bagi masyarakat setempat.