Logo Permata Halsel Permata Halsel Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Halmahera Selatan
Tambang Batu Bacan Desa Doko

Tambang Batu Bacan Desa Doko

Doko, Kec. Kasiruta Barat

Tambang Batu Bacan Desa Doko adalah lokasi penambangan batu mulia krisokola-kalsedon (Batu Bacan Doko) di Desa Doko, Kecamatan Kasiruta Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, yang menawarkan pengalaman eduwisata pertambangan batu mulia dengan melihat langsung proses pencarian, penggalian, dan pengolahan salah satu batu akik termahal di Indonesia. Terletak di wilayah Desa Doko, Kecamatan Kasiruta Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Doko merupakan salah satu dari empat desa penghasil Batu Bacan di Pulau Kasiruta (bersama Palamea, Bisori, dan Imbu-imbu). Lokasi tambang berada di Tanjung Golao, Kampung Doko, dengan lebih dari 200 lubang tambang yang dikelola oleh sekitar 7.000 penambang yang tergabung dalam kelompok penambang. Batu Bacan Doko berasal dari nama desa tempat pertama kali batu ini ditemukan, yaitu di Desa Doko, Kepulauan Kasiruta, dan menjadi salah satu batu akik termahal di Indonesia dengan harga cincin mencapai Rp38 juta untuk kualitas terbaik. Batu ini pernah menjadi cinderamata untuk Barack Obama saat kunjungan kenegaraan, memperkuat reputasinya sebagai batu mulia kelas internasional. Pertambangan Batu Bacan di Doko, Palamea, dan Bisori menjadi sumber pendapatan penting bagi warga, pada tahun 2025, warga menolak rencana penutupan tambang karena aktivitas ini telah menjadi mata pencaharian utama. Bacan Doko dikenal memiliki warna khas hijau tua kehitaman (mirip cincau), sehingga sering disebut Bacan Cincau, dengan kandungan mineral krisokola dan kalsedon yang menjadi ciri khasnya. Batu ini mengalami proses metamorfosis yang mengubah warna dari cokelat hitam menjadi bersih dan bening seiring waktu, sehingga disebut sebagai "batu hidup". Selain Bacan Doko, di wilayah Kasiruta juga ditemukan Bacan Palamea (hijau bening) dan Bacan Majiko (hijau kebiruan), dengan Bacan Doko Mejiko menjadi varian paling eksotis dan langka. Eduwisata pertambangan menjadikan pengunjung dapat melihat langsung proses penambangan tradisional, mulai dari penggalian lubang, pencarian bongkahan batu, hingga pemilahan kualitas batu. Interaksi dengan penambang memberikan pengunjung kesempatan berbincang dengan penambang lokal yang telah bekerja bertahun-tahun di tambang, memahami tantangan dan harapan mereka. Adapun pembelian langsung seperti pengunjung dapat membeli batu Bacan mentah atau yang sudah diolah (cincin, liontin) langsung dari sumbernya, dengan harga bervariasi tergantung kualitas (dari Rp700 ribu hingga Rp38 juta).