Logo Permata Halsel Permata Halsel Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Halmahera Selatan
Tambang Batu Bacan Desa Bisori

Tambang Batu Bacan Desa Bisori

Bisori, Kec. Kasiruta Barat

Tambang Batu Bacan di Desa Bisori adalah lokasi penambangan batu mulia krisokola (Batu Bacan) di Desa Bisori, Kecamatan Kasiruta Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, yang menawarkan pengalaman eduwisata pertambangan batu mulia dengan melihat langsung proses pencarian, penggalian, dan pengolahan batu Bacan khas Kasiruta. Terletak di wilayah Desa Bisori, Kecamatan Kasiruta Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Bisori merupakan salah satu dari empat desa penghasil Batu Bacan di Pulau Kasiruta (bersama Imbu-imbu, Doko, dan Palamea). Lokasi tambang spesifik di Bisori dikenal sebagai Tambang Akelamo (Bisori), berjarak sekitar 4,3 km dari desa, terletak di hamparan pegunungan antara Desa Doko dan Desa Bisori. Batu Bacan sebenarnya tidak ditambang di Pulau Bacan, melainkan di Pulau Kasiruta, nama β€œBacan” digunakan karena pusat pemerintahan dan perdagangan batu ini berada di Labuha, Pulau Bacan. Lebih dari 4.000 penambang pernah memadati lokasi penambangan di Desa Doko, Palamea, dan Bisori, dengan ratusan lubang tambang yang mengubah bekas kebun cengkih dan kelapa menjadi area pertambangan. Warga Bisori telah bekerja sebagai penambang batu Bacan selama bertahun-tahun, aktivitas ini menjadi sumber pendapatan penting untuk menyekolahkan anak dan memenuhi kebutuhan keluarga. Batu Bacan Akelamo (Bisori) dikenal memiliki kualitas kristal yang tinggi dan warna yang lebih halus dibandingkan varian lain. Batu Bacan secara ilmiah adalah krisokola-kalsedon atau krisokola-kuarsa, batu mulia yang menjadi primadona di pusat belanja batu mulia Asia Tenggar. Selain krisokola, di wilayah Kasiruta juga ditemukan batu mulia jenis jasper yang tersebar di Desa Doko dan Imbu-imbu. Eduwisata pertambangan menjadikan pengunjung dapat melihat langsung proses penambangan tradisional, mulai dari penggalian lubang, pencarian bongkahan batu, hingga pemilahan kualitas batu. Interaksi dengan penambang menawarkan pengunjung berkesempatan berbincang dengan penambang lokal yang telah bekerja 5–7 tahun di tambang, memahami tantangan dan harapan mereka. Adapun pembelian langsung seperti pengunjung dapat membeli batu Bacan mentah atau yang sudah diolah langsung dari sumbernya, dengan harga yang bervariasi tergantung kualitas.